Senin, 23 Februari 2015

REVITALISASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

(Upaya Untuk Mengatasi Disintegrasi Kehidupan Bangsa)

PENGANTAR

Pemaparan makalah ini menyajikan suatu gambaran bagaimana Pancasila sebagai dasar negara dalam perkembangannya secarta konstitutional dihadapkan situasi tidak kondusif sehingga kredibilitasnya diperdebatkan. Realita ini adalah akibat dari pemahaman dan penerapan Pancasila yang lepas dari asumsi-asumsi dasar filosofinya. Berbagai sikap dilontarkan secara sinis justru ketika persatuan sangak kita butuhkan untuk mendasari pluralitas etnis dan keberagaman agama. Makalah ini secara historis-konstektual mencermati latar belakang Pancasila sebagai dasar negara, tahapan perkembangan, dan penegasan makna revitalisasi.

LATAR BELAKANG KELAHIRAN PANCASILA

Paham kebangsaan secara fundamental diawali perintisan Boedi Oetomo (1908), gerakan-gerakan pemuda seperti Jong Java dan sebagainya (1920), Pemuda Indonesia (1925) kemudian disusul Sumpah Pemuda (1928).Sudah semenjak lahirnya paham kebangsaan bukanlah cetusan tekad para pejuang bangsa, melainkan strategi yang kelak menjadi ideologi perjuangan untuk merdeka.

PERKEMBANGAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia di kemudian hari melalui pembentukan BPUPKI dan PPKI. Generasi Soekarno-Hatta menunjukan ketajaman intelektual dengan merumuskan gagasan vital seperti yang tercantum di Pembukaan UUD 1045 dimana Pancasila ditegaskan sebagai kesatuan integral dan integratif. Prof. Notonagoro sampai menyatakan Pembukaan UUD 1945 adalah dokomen kemanusiaan terbesar setelah American Declaratiom of Independence (1776).

Isi Pembukaan UUD 1945 adalah nilai-nilai luhur yang universal sehingga Pancasila di dalamnya merupakan dasar yang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa. Gagasan vital yang menjadi isi Pancasila sebagai dasar negara merupakan jawaban kepribadian bangsa sehingga dalam kualitas awalnya Pancasila merupakan dasar negara, tetapi dalam perkembngannya menjadi ideologi dari berbagai kegiatan yang berimplikasi positif atau negatif.

Pancasila bertolak belakang dengan kapitalisme ataupun komunisme. Pancasila justru merombak realitas keterbelakangan yang diwariskan Belanda dan Jepang untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Pancasila sudah berkembang menjadi berbagai tahap semenjak ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945,yaitu :

1. Tahun 1945-1948 merupakan tahap politis. Orientasi Pancasila diarahkan pada nation and character building. Semangat perstuan dikobarkan demi keselamatan NKRI terutama untuk menanggulangi ancaman dalam negeri dan luar negeri. Di dalam tahap dengan atmosfer politis dominan, perlu upaya memugar Pancasila sebagai dasar negara secara ilmiah filsafati. Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang dalam karya-karyanya ditunjukkan segi ontologik, epismologik dan aksiologiknya sebagai raison d’etre bagi Pancasila (Notonagoro, 1950)

Resonansi Pancasila yang tidak bisa diubah siapapun tecantum pada Tap MPRS No. XX/MPRS/1966. Dengan keberhasilan menjadikan “Pancasila sebagai asas tunggal”, maka dapatlah dinyatakan bahwa persatuan dan kesatuan nasional sebagai suatu state building.

2. Tahun 1969-1994 merupakan tahap pembangunan ekonomi sebagai upaya mengisi kemerdekaan melalui Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I). Orientasinya diarahkan pada ekonomi, tetapi cenderung ekonomi menjadi “ideologi”

Secara politis pada tahap ini bahaya yang dihadapi tidak sekedar bahaya latent sisa G 30S/PKI, tetapi efek PJP 1 yang menimbulkan ketidakmerataan pembangunan dan sikap konsumerisme. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial yang mengancam pada disintegrasi bangsa.

Distorsi di berbagai bidang kehidupan perlu diantisipasi dengan tepat tanpa perlu mengorbankan persatuan dan kesatuan nasional. Tantangan memang trerarahkan oleh Orde Baru, sejauh mana pelakasanaan “Pancasila secara murni dan konsekuen” harus ditunjukkan.

Komunisme telah runtuh karena adanya krisis ekonomi negara “ibu” yaitu Uni Sovyet dan ditumpasnya harkat dan martaba tmanusia beserta hak-hak asasinya sehingga perlahan komunisme membunuh dirinya sendiri. Negara-negara satelit mulai memisahkan diri untuk mencoba paham demokrasi yang baru. Namun, kapitalisme yang dimotori Amerika Serikat semakin meluas seolah menjadi penguasa tunggal. Oleh karena itu, Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya sekedar dihantui oleh bahaya subversinya komunis, melainkan juga harus berhadapan dengan gelombang aneksasinya kapitalisme.

3. Tahun 1995-2020 merupakan tahap “repostioning” Pancasila. Dunia kini sedang dihadapkan pada gelombang perubahan yang cepat sebagai implikasi arus globalisasi.

Globalisasi sebagai suatu proses pada hakikatnaya telah berlangsung jauh sebelum abad ke-20 sekarang, yaitu secara bertahap, berawal “embrionial” di abad 15 ditandai dengan munculnyanegara-negara kebangsaan, munculnya gagasan kebebasan individu yang dipacu jiwa renaissance dan aufklarung.

Hakikat globalisasi sebagai suatu kenyataan subyektif menunjukkan suatu proses dalam kesadran manusia yang melihat dirinya sebagai partisipan dalam masyarakat dunia yang semakin menyatu, sedangkana kenyataan obyektif globlaisasi merupakan proses menyempitnya ruang dan waktu, “menciutnya” dunia yang berkembang dalam kondisi penuh paradoks.

Menghadapi arus globalisasi yang semakin pesat, keurgensian Pancasila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan. Pancasila dengan sifat keterbukaanya melalui tafsir-tafsir baru kita jadikan pengawal dan pemandu kita dalam menghadapi situasi yang serba tidak pasti. Pancasila mengandung komitmen-komitmen transeden yang memiliki “mitosnya” tersendiri yaitu semua yang “mitis kharismatis” dan “irasional” yang akan tertangkap arti bagi mereka yang sudah terbiasa berfikir secara teknis-positivistik dan pragmatis semata.

MAKNA REVITALISASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Nilai-nilai luhur yang telah dipupuk sejak pergerakan nasional kini telah tersapu oleh kekuasaan Orde Lama dan Orde Baru. Orde Lama mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara tidak sebagai sesuatu substantif, melainkan di-instumentalisasi-kan sebagai alat politik semata. Demikian pula di Orde Baru yang “berideologikan ekonomi”, Pancasila dijadikan asas tunggal yang dimanipulasikan untuk KKN dan kroni-isme dengan mengatasnamakan sebagai Mandatoris MPR.

Kini terjadi krisis politik dan ekonomi karena pembangunan menghadapi jalan buntu. Krisis moral budaya juga timbul sebagai implikasi adanya krisis ekonomi. Masyarakat telah kehilangan orientasi nilai dan arena kehidupan menjadi hambar, kejam, gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. Pancasila malah diplesetkan menjadi suatu satire, ejekan dan sindiran dalam kehidupan yang penuh paradoks.

Pembukaan UUD 1945 dengan nilai-nilai luhurnya menjadi suatu kesatuan integral-integratif dengan Pancasila sebagai dasar negara. Jika itu diletakkan kembali, maka kita akan menemukan landasan berpijak yang sama, menyelamatkan persatuan dan kesatuan nasional yang kini sedang mengalami disintegrasi. Revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa Pancasila harus diletakkan utuh dengan pembukaan, di-eksplorasi-kan dimensi-dimensi yang melekat padanya, yaitu :

Realitasnya: dalam arti bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dikonkretisasikan sebagai kondisi cerminan kondisi obyektif yang tumbuh dan berkembang dlam masyarakat, suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan sollen im sein.

Idealitasnya: dalam arti bahwa idealisme yang terkandung di dalamnya bukanlah sekedar utopi tanpa makna, melainkan diobjektivasikan sebagai “kata kerja” untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga masyarakat guna melihat hari depan secara prospektif, menuju hari esok lebih baik.

Fleksibilitasnya: dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan mandeg dalam kebekuan oqmatis dan normatif, melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang berkembang. Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya, Pancasila menjadi tetap aktual, relevan serta fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan jiwa dan semangat “Bhinneka tunggal Ika”

Revitalisasi Pancasila Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan moral, sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar dan arah dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi. Moralitas juga memerlukan hukum karena keduanya terdapat korelasi. Moralitas yang tidak didukung oleh hukum kondusif akan terjadi penyimpangan, sebaliknya, ketentuan hukum disusun tanpa alasan moral akan melahirkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

ARTI PENTINGNYA PERAN PENDIDIKAN TINGGI

Dalam upaya merevitalisasi Pancasila sebagai dasar negara maka disiapkan tenaga dosen yang mampu mengembangkan MKU Pancasila untuk mempersiapkan lahirnya generasi sadar dan terdidik. Sadar dalam arti generasi yang hati nuraninya selalu merasa terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, terdidik dalam arti generasi yang mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan demikian akan dimunculkan generasi yang mempunyai ide-ide segar dalam mengembangkan Pancasila.

Hanya dengan pendidikan bertahap dan berkelanjutan, generasi sadar dan terdidik akan dibentuk, yaitu yang mengarah pada dua aspek. Pertama, pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman akademis, ketrampilan profesional, dan kedalaman intelektual, kepatuhankepada nilai-nilai (it is matter of having). Kedua, pendidikan untuk membentuk jatidiri menjadi sarjana yang selalu komitmen dengan kepentingan bangsa (it is matter of being).

Bangsa Indonesia dihadapkan pada perubahan, tetapi tetap harus menjaga budaya-budaya lama. Sekuat-kuatnya tradisi ingin bertahan, setiap bangsa juga selalu mendambakan kemajuan. Setiap bangsa mempunyai daya preservasi dan di satu pihak daya progresi di lain pihak. Kita membutuhkan telaah-telaah yang kontekstual, inspiratif dan evaluatif.

Perevitalisasikan Pancasila sebagai dasar negara dalam format MKU, kita berpedoman pada wawasan :

1. Spiritual, untuk meletakkan landasan etik, moral, religius sebagai dasar dan arah pengembangan profesi

2. Akademis, menunjukkan bahwa MKU Pancasila adalah aspek being, tidak sekedar aspek having

3. Kebangsaan, menumbuhkan kesadaran nasionalisme

4. Mondial, menyadarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikanya perkembangan dalam mayaraka dunia yang “terbuka”.

KESIMPULAN

Dalam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang dilanda oleh arus krisis dan disintegrasi maka Pancasila tidak terhindar dari berbagai macam gugatan, sinisme, serta pelecehan terhadap kredibilitasnya. Namun perlu kita sadari bahwa tanpa adanya “platform” dalam dasar negara atau ideologi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.

Melalui revitalisasi inilah Pancasila dikembangkan dalam semangat demokrasi yang secara konsensual akan dapat mengembangkan nilai praksisnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang serba pluralistik. Selain itu melestarikan dan mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana telah dirintis dan ditradisikan oleh para pendahulu kita semenjak tahun 1908, merupakan suatu kewajiban etis dan moral yang perlu diyakinkan kepada para mahasiswa sekarang.

REVITALISASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

(Upaya Untuk Mengatasi Disintegrasi Kehidupan Bangsa)

PENGANTAR

Pemaparan makalah ini menyajikan suatu gambaran bagaimana Pancasila sebagai dasar negara dalam perkembangannya secarta konstitutional dihadapkan situasi tidak kondusif sehingga kredibilitasnya diperdebatkan. Realita ini adalah akibat dari pemahaman dan penerapan Pancasila yang lepas dari asumsi-asumsi dasar filosofinya. Berbagai sikap dilontarkan secara sinis justru ketika persatuan sangak kita butuhkan untuk mendasari pluralitas etnis dan keberagaman agama. Makalah ini secara historis-konstektual mencermati latar belakang Pancasila sebagai dasar negara, tahapan perkembangan, dan penegasan makna revitalisasi.

LATAR BELAKANG KELAHIRAN PANCASILA

Paham kebangsaan secara fundamental diawali perintisan Boedi Oetomo (1908), gerakan-gerakan pemuda seperti Jong Java dan sebagainya (1920), Pemuda Indonesia (1925) kemudian disusul Sumpah Pemuda (1928).Sudah semenjak lahirnya paham kebangsaan bukanlah cetusan tekad para pejuang bangsa, melainkan strategi yang kelak menjadi ideologi perjuangan untuk merdeka.

PERKEMBANGAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia di kemudian hari melalui pembentukan BPUPKI dan PPKI. Generasi Soekarno-Hatta menunjukan ketajaman intelektual dengan merumuskan gagasan vital seperti yang tercantum di Pembukaan UUD 1045 dimana Pancasila ditegaskan sebagai kesatuan integral dan integratif. Prof. Notonagoro sampai menyatakan Pembukaan UUD 1945 adalah dokomen kemanusiaan terbesar setelah American Declaratiom of Independence (1776).

Isi Pembukaan UUD 1945 adalah nilai-nilai luhur yang universal sehingga Pancasila di dalamnya merupakan dasar yang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa. Gagasan vital yang menjadi isi Pancasila sebagai dasar negara merupakan jawaban kepribadian bangsa sehingga dalam kualitas awalnya Pancasila merupakan dasar negara, tetapi dalam perkembngannya menjadi ideologi dari berbagai kegiatan yang berimplikasi positif atau negatif.

Pancasila bertolak belakang dengan kapitalisme ataupun komunisme. Pancasila justru merombak realitas keterbelakangan yang diwariskan Belanda dan Jepang untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Pancasila sudah berkembang menjadi berbagai tahap semenjak ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945,yaitu :

1. Tahun 1945-1948 merupakan tahap politis. Orientasi Pancasila diarahkan pada nation and character building. Semangat perstuan dikobarkan demi keselamatan NKRI terutama untuk menanggulangi ancaman dalam negeri dan luar negeri. Di dalam tahap dengan atmosfer politis dominan, perlu upaya memugar Pancasila sebagai dasar negara secara ilmiah filsafati. Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang dalam karya-karyanya ditunjukkan segi ontologik, epismologik dan aksiologiknya sebagai raison d’etre bagi Pancasila (Notonagoro, 1950)

Resonansi Pancasila yang tidak bisa diubah siapapun tecantum pada Tap MPRS No. XX/MPRS/1966. Dengan keberhasilan menjadikan “Pancasila sebagai asas tunggal”, maka dapatlah dinyatakan bahwa persatuan dan kesatuan nasional sebagai suatu state building.

2. Tahun 1969-1994 merupakan tahap pembangunan ekonomi sebagai upaya mengisi kemerdekaan melalui Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I). Orientasinya diarahkan pada ekonomi, tetapi cenderung ekonomi menjadi “ideologi”

Secara politis pada tahap ini bahaya yang dihadapi tidak sekedar bahaya latent sisa G 30S/PKI, tetapi efek PJP 1 yang menimbulkan ketidakmerataan pembangunan dan sikap konsumerisme. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial yang mengancam pada disintegrasi bangsa.

Distorsi di berbagai bidang kehidupan perlu diantisipasi dengan tepat tanpa perlu mengorbankan persatuan dan kesatuan nasional. Tantangan memang trerarahkan oleh Orde Baru, sejauh mana pelakasanaan “Pancasila secara murni dan konsekuen” harus ditunjukkan.

Komunisme telah runtuh karena adanya krisis ekonomi negara “ibu” yaitu Uni Sovyet dan ditumpasnya harkat dan martaba tmanusia beserta hak-hak asasinya sehingga perlahan komunisme membunuh dirinya sendiri. Negara-negara satelit mulai memisahkan diri untuk mencoba paham demokrasi yang baru. Namun, kapitalisme yang dimotori Amerika Serikat semakin meluas seolah menjadi penguasa tunggal. Oleh karena itu, Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya sekedar dihantui oleh bahaya subversinya komunis, melainkan juga harus berhadapan dengan gelombang aneksasinya kapitalisme.

3. Tahun 1995-2020 merupakan tahap “repostioning” Pancasila. Dunia kini sedang dihadapkan pada gelombang perubahan yang cepat sebagai implikasi arus globalisasi.

Globalisasi sebagai suatu proses pada hakikatnaya telah berlangsung jauh sebelum abad ke-20 sekarang, yaitu secara bertahap, berawal “embrionial” di abad 15 ditandai dengan munculnyanegara-negara kebangsaan, munculnya gagasan kebebasan individu yang dipacu jiwa renaissance dan aufklarung.

Hakikat globalisasi sebagai suatu kenyataan subyektif menunjukkan suatu proses dalam kesadran manusia yang melihat dirinya sebagai partisipan dalam masyarakat dunia yang semakin menyatu, sedangkana kenyataan obyektif globlaisasi merupakan proses menyempitnya ruang dan waktu, “menciutnya” dunia yang berkembang dalam kondisi penuh paradoks.

Menghadapi arus globalisasi yang semakin pesat, keurgensian Pancasila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan. Pancasila dengan sifat keterbukaanya melalui tafsir-tafsir baru kita jadikan pengawal dan pemandu kita dalam menghadapi situasi yang serba tidak pasti. Pancasila mengandung komitmen-komitmen transeden yang memiliki “mitosnya” tersendiri yaitu semua yang “mitis kharismatis” dan “irasional” yang akan tertangkap arti bagi mereka yang sudah terbiasa berfikir secara teknis-positivistik dan pragmatis semata.

MAKNA REVITALISASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Nilai-nilai luhur yang telah dipupuk sejak pergerakan nasional kini telah tersapu oleh kekuasaan Orde Lama dan Orde Baru. Orde Lama mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara tidak sebagai sesuatu substantif, melainkan di-instumentalisasi-kan sebagai alat politik semata. Demikian pula di Orde Baru yang “berideologikan ekonomi”, Pancasila dijadikan asas tunggal yang dimanipulasikan untuk KKN dan kroni-isme dengan mengatasnamakan sebagai Mandatoris MPR.

Kini terjadi krisis politik dan ekonomi karena pembangunan menghadapi jalan buntu. Krisis moral budaya juga timbul sebagai implikasi adanya krisis ekonomi. Masyarakat telah kehilangan orientasi nilai dan arena kehidupan menjadi hambar, kejam, gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. Pancasila malah diplesetkan menjadi suatu satire, ejekan dan sindiran dalam kehidupan yang penuh paradoks.

Pembukaan UUD 1945 dengan nilai-nilai luhurnya menjadi suatu kesatuan integral-integratif dengan Pancasila sebagai dasar negara. Jika itu diletakkan kembali, maka kita akan menemukan landasan berpijak yang sama, menyelamatkan persatuan dan kesatuan nasional yang kini sedang mengalami disintegrasi. Revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa Pancasila harus diletakkan utuh dengan pembukaan, di-eksplorasi-kan dimensi-dimensi yang melekat padanya, yaitu :

Realitasnya: dalam arti bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dikonkretisasikan sebagai kondisi cerminan kondisi obyektif yang tumbuh dan berkembang dlam masyarakat, suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan sollen im sein.

Idealitasnya: dalam arti bahwa idealisme yang terkandung di dalamnya bukanlah sekedar utopi tanpa makna, melainkan diobjektivasikan sebagai “kata kerja” untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga masyarakat guna melihat hari depan secara prospektif, menuju hari esok lebih baik.

Fleksibilitasnya: dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan mandeg dalam kebekuan oqmatis dan normatif, melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang berkembang. Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya, Pancasila menjadi tetap aktual, relevan serta fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan jiwa dan semangat “Bhinneka tunggal Ika”

Revitalisasi Pancasila Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan moral, sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar dan arah dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi. Moralitas juga memerlukan hukum karena keduanya terdapat korelasi. Moralitas yang tidak didukung oleh hukum kondusif akan terjadi penyimpangan, sebaliknya, ketentuan hukum disusun tanpa alasan moral akan melahirkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

ARTI PENTINGNYA PERAN PENDIDIKAN TINGGI

Dalam upaya merevitalisasi Pancasila sebagai dasar negara maka disiapkan tenaga dosen yang mampu mengembangkan MKU Pancasila untuk mempersiapkan lahirnya generasi sadar dan terdidik. Sadar dalam arti generasi yang hati nuraninya selalu merasa terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, terdidik dalam arti generasi yang mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan demikian akan dimunculkan generasi yang mempunyai ide-ide segar dalam mengembangkan Pancasila.

Hanya dengan pendidikan bertahap dan berkelanjutan, generasi sadar dan terdidik akan dibentuk, yaitu yang mengarah pada dua aspek. Pertama, pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman akademis, ketrampilan profesional, dan kedalaman intelektual, kepatuhankepada nilai-nilai (it is matter of having). Kedua, pendidikan untuk membentuk jatidiri menjadi sarjana yang selalu komitmen dengan kepentingan bangsa (it is matter of being).

Bangsa Indonesia dihadapkan pada perubahan, tetapi tetap harus menjaga budaya-budaya lama. Sekuat-kuatnya tradisi ingin bertahan, setiap bangsa juga selalu mendambakan kemajuan. Setiap bangsa mempunyai daya preservasi dan di satu pihak daya progresi di lain pihak. Kita membutuhkan telaah-telaah yang kontekstual, inspiratif dan evaluatif.

Perevitalisasikan Pancasila sebagai dasar negara dalam format MKU, kita berpedoman pada wawasan :

1. Spiritual, untuk meletakkan landasan etik, moral, religius sebagai dasar dan arah pengembangan profesi

2. Akademis, menunjukkan bahwa MKU Pancasila adalah aspek being, tidak sekedar aspek having

3. Kebangsaan, menumbuhkan kesadaran nasionalisme

4. Mondial, menyadarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikanya perkembangan dalam mayaraka dunia yang “terbuka”.

KESIMPULAN

Dalam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang dilanda oleh arus krisis dan disintegrasi maka Pancasila tidak terhindar dari berbagai macam gugatan, sinisme, serta pelecehan terhadap kredibilitasnya. Namun perlu kita sadari bahwa tanpa adanya “platform” dalam dasar negara atau ideologi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.

Melalui revitalisasi inilah Pancasila dikembangkan dalam semangat demokrasi yang secara konsensual akan dapat mengembangkan nilai praksisnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang serba pluralistik. Selain itu melestarikan dan mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana telah dirintis dan ditradisikan oleh para pendahulu kita semenjak tahun 1908, merupakan suatu kewajiban etis dan moral yang perlu diyakinkan kepada para mahasiswa sekarang.

Jumat, 06 Juni 2008

Trix & Flix, Maskot EURO 2008





ANDA pasti pernah menyaksikan sosok kartun dua bocah lucu dengan rambut jabrik di layar beberapa stasiun televisi di setiap jeda acara. Mereka adalah Trix dan Flix, dua tokoh kartun yang menjadi maskot resmi kejuaraan Euro 2008.

Sebagai maskot Euro 2008, Trix diberi kostum warna putih mewakili kesebelasan tim Austria dan Flix merah, warna kostum resmi tim Swiss. Trix mengenakan nomor punggung 20 dan Flix 08. Trix digambarkan memiliki kepribadian serius dan bisa mengontrol diri. Sementara Flix
memiliki sifat periang dan kreatif.

Trix dan Flix merupakan generasi ketiga maskot dalam bentuk animasi manusia yang dibuat untuk kejuaraan yang dilaksanakan tiap empat tahun sekali ini. Maskot berupa sosok manusia untuk Piala Eropa pertama kali dibuat untuk ajang Euro keenam di Italia tahun 1980 dengan menggunakan figur tokoh dongeng boneka kayu, Pinokio. Setelah itu, meloncat pada ajang Euro 2004 di Purtugal, panitia kembali menggunakan maskot sosok manusia yang diberi nama Kinas.

Euro 1984 yang berlangsung di Perancis menggunakan maskot ayam jago yang diberi nama Peno. Peno menjadi maskot Piala Eropa pertama dengan sosok binatang.

Berturut-turut, kemudian di ajang Euro Jerman 1988 menggunakan maskot Bernie, si Kelinci, disusul Euro Swedia 1992 dengan maskot The Yellow Rabbits, Si Kelinci Kuning Berikutnya, Euro Inggris 1996 menggunakan maskot Goliath, si Singa Petarung. Lalu, Euro di Belanda-Belgia 2000 menggunakan maskot Benelucky, Si Setan Singa.

Wajah Trix dan Flix tampak tengah bergembira. Itu menunjukkan bahwa Euro 2008 akan dijadikan sebagai ajang yang mendatangkan kegembiraan

Fakta-fakta unik dalam EURO






Dalam sebuah even tentunya selalu ada fakta-fakta kecil yang menarik. Anggaplah sebagai bumbu. Tak terkecuali dalam EURO 2008 banyak fakta-fakta kecil yang biasanya lepas dari pengamatan namun bila ditelisik lebih jauh ternyata menarik juga.

  1. Gol tercepat Euro: pada final EURO 2004, striker Rusia, Dmitri Kirichenko mencetak gol cukup dalam waktu 71 detik.
  2. Final Euro sejak pertama kali digelar tahun 1960 hingga 2004, selalu berakhir dengan skor tipis
  3. Kualifikasi Piala Eropa (EURO) dimulai pada 1956, tapi putaran finalnya baru digelar 1958.
  4. Piala Eropa ini memperebutkan Trofi Henry Delaunay, pejabat Federasi Sepakbola Prancis (FFF) sebagai pendiri UEFA. Saat itu masih bernama European Nations Cup.
  5. Sisi politik: Final pertama di Paris, Prancis mempertemukan Negara sekutu Blok Timur: Uni Soviet dan Yugoslavia yang berakhir 2-1 lewat extra time.
  6. Euro 1964 kembali dikotori politik. Yunani menolak bertanding melawan Albania, rivalnya di perang saudara.
  7. Piala Eropa yang sebelumnya disebut European Nations Cup berubah menjadi UEFA European Football Championship sejak 1968. Formatnya pun berubah menjadi delapan grup.
  8. Final Euro 1972 kali pertama diselesaikan dengan adu tendangan penalti.
  9. Format Euro kembali berubah pada 1980.
  10. Lagi-lagi sisi politik muncul ke permukaan. Pada Euro 1992 Yugoslavia yang terkena sanksi PBB didiskualifikasi oleh UEFA. Hebatnya, pengganti Yugoslavia, Denmark jadi juara setelah menaklukkan Jerman 2-0.
  11. Golden goal mulai diberlakukan di Euro 1996.
  12. Sepanjang sejarah, Euro dipentaskan di satu negara sampai pada tahun 2000, Euro 2000 dipentaskan di Belanda dan Belgia.
Semoga fakta-fakta tersebut menambah rasa kenikmatan dalam menikmati EURO 2008

Thank you my friend






Sore itu kutermenung
Hatiku terasa sangat gundah
Aku merasa sangat kesepian
Dan membutuhkan tempat tuk bersandar

Tiba-tiba dikejauhan kumelihatmu
Sosok yang selama ini selalu ada disisiku
Dikala kuterluka karena kecewa
atau ketika kumenangis, bagai teriris

Kaulah tempat pertama untuk kuberbagi
Setelah kutak tahu harus kemana mencari
Tempat 'tuk bersembunyi
Yang sudah tak tertahankan lagi

Dengan sabar kau mendengar semua keluhanku
Kata demi kata telah keluar dari mulutku
Detik - detik berlalu seiring ceritaku
Dan tak sedikitpun tersirat perasaan bosan dibenakmu

Terima kasih !
Hanya itu yang bisa kukatakan kepadamu teman
Yang selalu hadir menemaniku
Walau kadang kumelupakanmu
> Namun kau tetap ada untukku

Ujianku................................

yah. akhirnya UASku dah selesai
leganya, fuiiih

eeeh, tapi belum lega nih. kan nilainya belum keluar
yah seenggaknya aku dah g ujian lagi
jadi beban buat SKS (sistem kebut semalam) dalam belajar udah gak dialami lagi

gimana ya ujianku kemarin
aku mau review nih:
selasa: tuh hari pertamaku ujian. Ada Psikodas dan Kombis. hari pertama ternyata ujiannya susah banget. aku takut ni kalo di kedua mata kuliah ini aku jeblokkhususnya psikodas
rabu : di hari ni ada AP II dan bahasa Inggris. yah kayaknya hari ini begitu ceria (g nyambung dengan cerita). tapi emang bnar sih. Aku g da masalah buat kerjain keduanya
kamis: ini dia hari yangsangat melelahkan dan sangat aku takutkan. bagaimana enggak? hari ni ada ujian 3 matakuliah, Manajemen, TIP dan Psikodas. Udah ujiannya tiga semuanya susah-susa lagi. Dtambah juga aku kacau banget mungkin karena kecapekan belajar semalem. jadinya paginya udah lemes n g konsen duluan. pokoknya sial lah. Susah mengharapkan dapat nilai bagus. tapi, aku yang penting dah brusaha. manusia kan hanya bisa ikhtiar (religius banget nih anak! juga pasrah banget). Tapi aku sbagai IQBAL tetaplah jadi orang yang optimis. CAYOO bro!
jumat : yah hari ini ujiannya satu doank yaitu statistika1. Mentang2 satu jadi aku ngremehin nih. waktu ujiannya ternyata aku kena batunya juga. Aku kayaknya jawabnya error bangt, (mungkin kayak orangnya sih)

Dari sminggu aku ujian kayaknya hasilnya tidak terlalu sebaik semester sebelumnya. Yah apa gunanya menyesal. sekarang aku sudah siapkan strategi masterplan buat ngarungi hidup ini (sok jagoan nih)
aku persiapkan ikut SP ni. tapi takutnya jadi g nikmati liburan

Yah tapi aku tetap mengharapkan ujianku mendapat hasil yang baik> yang pentingbisa buat terusin semester berikutnya. O ya aku minta doanya teman-teman semoga hasil ujianku kmarin bagus. Doain yah mbak-mbak, mas-mas!


KEEP YOUR FIGHT
KEEP YOUR SMILE
KEEP OUR ROCK N ROLL









Selasa, 03 Juni 2008

5 Kunci Sukses Memotret Bunga Layaknya Fotografer






Bunga adalah salah satu obyek yang menarik untuk diambil gambarnya di dunia fotografi. Tak perlu menjadi fotografer profesional untuk bisa mendapatkan foto-foto bunga yang bagus. Tak perlu juga pergi jauh-jauh ke negara lain untuk mencari bunga yang indah.

Ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan pada saat mengambil foto bunga tersebut.

1. Cahaya

Bagus tidaknya hasil foto bunga yang Anda bidik salah satunya bergantung pada faktor cahaya. Konon katanya waktu paling baik untuk memotret bunga adalah pada saat siang hari. Namun sebenarnya itu adalah waktu paling buruk karena cahaya matahari lagi kuat-kuatnya sehingga bisa mengaburkan hasil foto dan membentuk bayangan.

Sebaiknya Anda memotret bunga pada saat pagi hari atau sore hari ketika cahaya matahari tidak terlalu cerah, agar hasil foto bunga yang Anda ambil warnanya lebih keluar.

2. Titik Fokus
Tentukan titik fokus obyek yang Anda akan ambil, entah itu sekumpulan bunga berwarna-warni atau hanya setangkai bunga. Perhatikan bagian apa saja yang akan dimasukkan ke dalam frame Anda. Perhatikan juga background atau foreground obyek, jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu. Jika background ataupun foreground obyek dirasa tidak menarik, lebih baik mencari titik fokus yang lain.

3. Jangan Goyang
Kadangkala, secara tak sadar tangan sering goyang saat Anda tengah memotret. Walhasil hasil gambar ada yang kabur. Ini wajar-wajar saja. Untuk itulah, disarankan Anda memakai tripod untuk mengurangi sindrom tangan bergoyang sehingga gambar yang dihasilkan bisa terlihat lebih baik.

4. Sudut dan Jarak
Jangan memotret bunga hanya dari satu sisi saja. Disarankan untuk berputar mengelilingi bunga tersebut dan tidak hanya diam di satu tempat. Coba juga mengambil foto obyek tersebut dengan berbagai sudut ketinggian, baik dari atas, sama, atau lebih rendah dari obyek. Perhatikan pula jarak Anda berdiri saat akan mengambil foto dengan obyek yang difoto.

5. Libatkan Obyek Lain
Sebuah foto akan terlihat lebih hidup jika kita bisa mengambil obyek tersebut dengan frame-frame yang unik. Jadi jangan hanya memotret bunganya saja, tapi cari cara yang unik untuk memotret bunga tersebut. Misalnya dengan melibatkan obyek lain yang ada di sekitarnya seperti ranting anggur, serangga yang ada di bunga, sehingga hasil gambarnya lebih menarik.

Sabtu, 31 Mei 2008

Bersatunya Persma Sosio-Humaniora UGM

Persma Sosio-Humaniora. Pers mahasiswa apa lagi sich?. Nama ini memang kedengarannya masih asing di telinga mahasiswa umumnya, bahkan untuk mahasiswa di area kampus-kampus ilmu non-eksak. Memang benar juga pertanyaan tersebut diajukan jika didasarkan hasil wawancara tim EQ dengan para mahasiswa di area ini. Menurut Satria (Manajemen 07), persma sosio-humaniora bahkan baru didengarnya ketika EQ bertanya padanya. ”Persma sosio-humaniora apaan sich, trus dari fakultas apa?” kata dia. Untuk menjawab pertanyaan itu sekaligus menginformasi adanya persma sosio-humaniora, EQ berusaha mengangkat topik ini dalam edisi EQ-News kali ini.
Persma Sosio-Humaniora merupakan suatu forum persatuan dari persma-persma yang ada di area Sosio-humaniora. Persma-persma tersebut adalah BPPM Equilibrium (Ekonomika dan Bisnis), BPPM Psikomedia (Psikologi), BPPM Mahkamah (Hukum), dan BPPM Sintesa (ISIPOL). Selain itu, juga beranggotakan BPPM Pijar (Filsafat) dan BPPM Dian Budaya (Ilmu Budaya) walaupun keduanya kurang aktif.
Forum ini mulai digagas pada suatu pertemuan tanggal 22 Februari 2008 di Psikomedia. Dari pertemuan itu berlanjut pada diskusi-diskusi soshum yang bergilir pada masing-masing BPPM tiap dua minggu. Diskusi-diskusi tersebut menjadikan persma saling mengenal dan akrab satu sama lain. Akhirnya, diskusi ini secara mengalir memposisikan keberadaannya sebagai forum Persma Sosiohumaniora.
Sebenarnya embrio forum ini telah ada sejak dulu sebelum forum persma sosiohumaniora berdiri. Pada tahun 2005 sempat ada komunikasi antara Psikomedia, Dian Budaya, Mahkamah dan Sintesa untuk membuat forum seperti ini, tapi hanya pembicaraan saja tanpa ada realisasi. Tahun 2006, Umigita Pemimpin Umum Psikomedia mencoba jadi inisiator, tapi hanya sebatas kegiatan diskusi dan berjalan sebentar saja. Akhirnya seiring dengan bergantinya pemimpin umum BPPM suara-suara menyatukan persma soshum.
Salah satu latar belakang dibentuknya forum ini adalah hampir samanya disiplin ilmu yang dipelajari. ” Antara ilmu ekonomi, hukum, psikologi dan ilmu sosial lainnya tidak berbeda banget, kenapa kita tidak buat forum yang membahas lebih ilmiah suatu topik dilihat dari perspektif ilmu-ilmu yang kita kuasai.” kata Gitra PU BPPM Mahkamah Fakultas Hukum.
Hal lain mengenai latar belakang diungkapkan oleh Nadia PU BPPM Psikomedia Fakultas Psikologi. Dia berujar ”Kita kan sama-sama media persma fakultas. Untuk bisa maju berkembang kita pasti perlu bekerjasama dengan lain. Teman-teman pers di area sosio-humaniora adalah yang terdekat untuk berkomunikasi. Jadi kenapa kita gak bersatu untuk saling support, berbagi pengalaman dan kontrol. Kita kan beda dengan Bulpos atau Balairung. Dana mereka kan melimpah dan juga cakupannya sudah universitas”
Mengenai konsepnya, persatuan persma ini lebih nyaman dengan bentuk forum ketimbang sebagai sebuah organisasi. PU BPPM Sintesa, Aya, berkata, ” Persma Sosio-humaniora akan lebih bagus dan cocok jika hanya sebagai forum saja. Organisasi akan terlalu mengikat karena harus ada struktur organisasinya. Selain dengan kesibukan di masing-masing internal BPPM, juga masalah kesetaraan dari BPPM yang tidak bisa menjadikan forum ini tidak bisa menjadi organisasi.”
”Namun, untuk ke depannya tidak menutup kemungkinan untuk membuat organisasi terstruktur pada persma Sosio-humaniora. Hal itu tergantung dari kesepakatan BPPM di masa mendatang.” ujar semua PU BPPM setuju dengan pernyataan demikian
Ada banyak manfaat yang didapat dengan adanya forum persma ini. Menurut PU EQ Randi Kurniawan mengatakan ada empat manfaat. Pertama, adanya transfer knowledge. Dengan adanya forum ini sesama persma bisa saling bertukar isu dengan membahas suatu topik dalam diskusi berdasarkan disiplin ilmu masing-masing. Kedua, berbagi pengalaman. Pengalaman masing-masing BPPM dalam menjalankan organisasinya tentu berbeda-beda. Dengan adanya forum ini diharapkan masing-masing bisa belajar dan berbagi ilmu. Ketiga, membangun networking. Kita tahu bahwa tiap BPPM punya link tertentu pada suatu perusahaan dan pembicara. Jika suatu BPPM ingin mengadakan acara maka bisa minta bantuan pada BPPM lain untuk berbagi link sponsor dan pembicara. Ketiga, sebagai fungsi kontrol. Tiap BPPM bisa mengontrol apabila terjadi kesalahan jurnalistik. Dan keempat, sebagai media silaturahmi masing-masing anggota BPPM.
Forum ini juga mulai memperkenalkan eksistensinya ke pihak luar. Hal ini terlihat dari diadakannya suatu diskusi publik interaktif ”Membangun Budaya Literer Mahasiswa, Ihktiar Membangun Negeri” pada bulan Mei kemarin. Acara ini mengambil momentum kebangkitan nasional sebagai kebangkitan Persma Sosio-Humaniora. Secara tidak langsung, acara tersebut dapat dijadikan sebagai pengesahan bahwa forum persma sosio-humaniora telah berdiri.
Untuk kedepannya, agar dapat semakin mengembangkan eksistensi forum persma Soshum, tidak hanya ditempuh dengan mengadakan diskusi publik. ”Forum ini suatu saat akan dapat menerbitkan suatu jurnal berisikan topik tentang sosio-humaniora. Juga tidak menutup kemungkinan untuk menerbitkan majalah sendiri. Namun terlebih dulu kita harus mengkonsolidasikan internal dan mempererat komunikasi antar naggota forum persma soshum.” jelas Aya PU BPPM Sintesa
Tantangan yang dihadapi agar forum ini mampu bertahan lama tidak seperti pendahulunya jelas sangat berat. Untuk mengatasinya seluruh PU persma sosiohumaniora telah bersepakat agar tetap menjaga kata kontinuitas untuk forum ini, mempertahankan komunikasi dari tiap BPPM, dan yang terakhir tetap melakukan regenerasi pada anggota tiap BPPM.
Jika forum ini berhasil mencapai tujuan dalam menyatukan persma, maka tidak akan lagi terjadi konflik di antara semua BPPM di wilayah sosio humaniora. Semua persma juga tidak akan berjuang sendiri dalam menyuarakan kebenaran melawan kebathilan. Akhirnya, kedigdayaan persma sebagai salah satu media perjuangan mahasiswa akan terulang kembali

Jumat, 30 Mei 2008

Krakatau, Danau Toba & Taman Komodo Nominasi 7 Keajaiban Alam






The New7Wonders Foundation menggelar pemilihan 7 keajaiban alam dunia yang baru (new 7 wonders of nature). Ada tiga tempat dari Indonesia yang saat ini masuk nominasi. Total ada 77 nominator untuk berpeluang menjadi 7 keajaiban alam dunia yang baru.

Ketiga tempat wisata yang masuk nominasi ini adalah Gunung Krakatau di Provinsi Banten, Danau Toba di Sumatera Utara, dan Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur.

Dari Asia, ada sejumlah tempat wisata di Asia Tenggara yang dinominasikan. Selain Indonesia, tempat-tempat wisata dari Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand juga masuk nominasi. Bahkan, Pulau Sipadan yang kini dimiliki Malaysia - dulu sempat dimiliki Indonesia - juga masuk nominasi.

Kita sebagai bangsa Indonesia yang cinta pada kekayaan alamnya haruslah peduli dengan ikut memilih salah satu alam kita sebagai 7 keajaiban alam. itu juga sudah sebagai wujud kita peduli cinta Indonesia

Ayo kita dukung keindahan alam indonesia
tlong klik di sini

Selasa, 20 Mei 2008

EKSISTENSI SEBUAH BEM





”Gerakan yang idealis memang tidak menjamin orang-orang d idalamnya akan tetap idealis setelah ia keluar. Ada banyak faktor, tetapi semoga hal tersebut tidak terjadi selama proses organisasi itu benar”

Reformasi 1998 yang dimotori mahasiswa rupanya masih menyisakan perjuangan panjang sampai saat ini. Euforia reformasi melanda bangsa ini dalam berbagai aspek. Namun, pada kenyataanya yang terjadi hanyalah kebebasan yang kebablasan atau panggung politik yang ramai dengan partai-partai baru tanpa ada perubahan riil. Sektor ekonomi belum bisa dipulihkan, pendidikan rakyat juga semakin termarjinalkan. Tidak ada perubahan berarti pasca reformasi ,yang ada hanya sekedar politik kosmetik yang dipoles, keadaan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di negeri ini juga tidak lebih baik.

Angin perubahan juga diharapkan dan diperjuangkan oleh BEM sebagai salah satu gerakan mahasiswa. Mereka menjadikan satu abad kebangkitan nasional dan satu dekade reformasi bukan hanya sekedar jargon tetapi merupakan momentum untuk mendesak pemerintah agar lebih serius dalam menyelesaikan berbagai problem yang membelenggu bangsa ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut tanggal 12 Mei kemarin dengan mengatasnamakan BEM Seluruh Indonesia, mereka dengan berkekuatan sekitar sepuluh ribu orang melakukan aksi di Jakarta dengan tuntutan TUGU RAKYAT (Tujuh Gugatan Rakyat)

Aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah, termasuk di UGM yang dipelopori oleh BEM-KM dengan partisipan lebih dari 500 orang. Aksi damai ini dilakukan dengan long march dari Bunderan UGM sampai Gedung DPRD D.I. Yogyakarta. ”Kami menuntut DPR secara institusi bukan perorangan atau fraksi, dan mendesak pemerintah untuk menyetujui poin-poin yang terdapat dalam tugu rakyat”, tutur Syarif selaku Koordinator Aksi Jogja kepada EQ.

Aksi turun ke jalan memang harus ditempuh aktivis mahasiswa karena kegiatan ini akan membuat masyarakat menjadi tahu dan akhirnya mendukung peran serta mahasiswa. “Aksi turun ke jalan merupakan salah satu cara untuk mengajak orang agar kita dapat mencapai perubahan sebenarnya. Agar perubahan sukses kan kita perlu banyak orang. Reformasi akan sukses jika orang yang berubah juga banyak. Kita sebagai mahasiswa yang peduli reformasi dapat mengajak rakyat untuk berubah dengan melalui aksi turun ke jalan” kata Hujjatullah, staf ahli pendidikan Kastrat BEM-KM UGM.

Selain dengan turun ke jalan, BEM sebagai inisiator pergerakan mahasiswa juga memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan cara yang lebih moderat. “Sekarang BEM-KM tidak melulu hanya masalah demo dan turun ke jalan, tapi melalui program soskem, penelitian, advokasi dan edukasi melalui diskusi dan seminar. Cara ini dipandang akan lebih bermanfaat secara langsung kepada masyarakat”, lanjut Hujjatullah.

Pergerakan BEM sebagai garda terdepan perjuangan rakyat dalam reformasi tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari mahasiswa itu sendiri, tidak seperti aksi reformasi 10 tahun lalu. “Mahasiswa sekarang dinilai apatis terhadap kondisi dan permasalahan bangsa, mereka cenderung sibuk dengan urusan masing-masing. Yang lebih dipentingkan mahasiswa umumnya adalah kuliahnya cepat, lancar dan ikut banyak organisasi, tapi mereka tidak belajar dengan tujuan mendedikasikan ilmunya kepada rakyat. Padahal rakyat butuh kita sebagai mahasiswa dalam melakukan perubahan”, tutur Hujjatullah

Sebetulnya kondisi ini juga dapat terjadi karena disebabkan kebijakan universitas sendiri yang cenderung semakin mempersempit gerakan mahasiswa. “Kebijakan yang berkaitan dengan syarat akademis seperti batas lulus tujuh tahun dan kehadiran 75% dinilai menekan gerakan mahasiswa dalam mengembangkan sikap aktifisnya.” tutur Roni, Menteri Advokasi BEM-KM UGM.

“Saat ini mahasiswa dijejali dengan banyaknya tugas-tugas, ini merupakan Normalisasi Kehidupan Kampus gaya baru,” kata Hujatullah. Normalisasi Kehidupan Kampus Badan Koordinasi Kampus (NKKBKK) diberlakukan pada saat rezim Soeharto dengan tujuan mengekang gerakan-gerakan mahasiswa.

Terkait dengan kenyataan bahwa beberapa mantan aktivis BEM angkatan 1966 yang terkooptasi oleh kekuasaan sehingga gerakannya melencaeng jauh dari apa yang dahulu ia perjuangkan tentu saja membuat bumerang bagi esensi gerakan ini. Rupanya hal ini bertentangan dengan apa yang dilakukan sewaktu mereka mengenakan jas almamater. Pada kenyatannya sebuah gerakan yang mengagungkan idealisme pun ternyata tidak mampu menjamin apakah seluruh anggota-anggotanya akan menjadi idealis pula. ”Gerakan yang idealis memang tidak menjamin orang-orang didalamnya akan tetap idealis setelah ia keluar. Ada banyak faktor, tetapi semoga hal tersebut tidak terjadi selama proses organisasi itu benar”, tutur Roni.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah tahun 2008 ini sengaja dijadikan momentum untuk “kebangkitan” bagi sebuah gerakan bernama BEM?. Pertanyaan ini muncul mengingat adanya sejarah historis tahun berakhiran delapan bagi republik ini yang bertepatan pada tahun ini. Selain itu melihat fenomena “mati suri” gerakan mahasiswa ini selama sepuluh tahun terakhir.

Sejumlah mahasiswa yang dapat diwawancarai EQ berkomentar secara variatif. Menurut Munadi (MNJ 07), “BEM itu sudah baik dalam menyuarakan aspirasi ketika ada hal yang buruk terjadi. BEM bagus karena mereka memperjuangkan perubahan ke arah yang lebih baik. Namun, jika telah ada fakta yang baik, BEM kurang turut mendukung pencapaian itu. Harusnya porsinya seimbang.”

Menurut mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya, “Momen 10 tahun reformasi adalah saat yang tepat untuk bangkit menuju reformasi sesungguhnya karena selama 10 tahun ini reformasi jalan di tempat. Gerakan mahasiswa harus semakin proaktif dalam memperjuangkan rakyat. Namun, momen ini tidak seharusnya menjadikan BEM ditunggangi sebagai kendaraan politik suatu parpol dalam persiapan Pemilu 2008.”

Terlepas dari pandangan diatas, seharusnya kita tidak hanya terus menuntut pemerintah dan mengkritik kebijakan pemerintah, apalagi jika dilakukan secara anarkis. Semoga ke depannya BEM dapat lebih mengefektifkan kinerjanya kepada rakyat miskin yang selama ini sering disebut-sebut dalam tuntutan mereka kepada pemerintah, kepada anak-anak jalanan putus sekolah yang mereka perjuangkan hak 20% dari anggaran APBN, kepada masyarakat kecil calon korban kenaikan BBM yang mereka perjuangkan meskipun berakhir dengan rusuh sesama saudara ”polisi vs mahasiswa” .Mari berjuang bersama!!

Senin, 19 Mei 2008

6 Tips Teknologi agar Liburan Asyik






Sedang merancang liburan untuk mengusir stres? berikut berbagai tips teknologi agar acara wisata bisa berjalan lancar.

1. Rencanakan Perjalanan Wisata via Situs Terpercaya

Beberapa situs menyediakan panduan perjalanan wisata. Kunjungi situs semacam oneworld.com untuk mengetahui paket wisata yang menarik. Namun tentu Anda tetap perlu menghubungi agen perjalanan yang handal di wilayah Anda.

2. Scan dan Simpan Dokumen di USB Drive

Sebelum bepergian, scan dan simpan dokumen penting seperti paspor ke dalam USB Drive. Jika dokumen asli hilang, setidaknya masih ada kopi digitalnya. Tentu saja USB Drive ini perlu dijaga baik-baik. Jika perlu, bawa pula cadangannya dan juga simpan dalam e-mail.

3. Tinggalkan Laptop di Rumah

Kegiatan jalan-jalan punya risiko kriminalitas. Laptop bisa dicuri kapan saja dan di mana saja. Karena itu jika tak benar-benar perlu, tinggalkan laptop di rumah dan bawa perangkat yang lebih kecil misalnya PDA. Anda juga bisa mengandalkan warnet untuk koneksi internet.

4. Ngeblog dengan Copy Paste

Bagi blogger, perjalanan wisata tentu bukan alasan untuk berhenti ngeblog. Hanya saja, direkomendasikan untuk menulis blog di pengolah kata dan disimpan dalam USB, kemudian baru di-copy paste ke blog. Alasannya adalah bisa saja sering terjadi mati listrik di tempat wisata yang bisa membuyarkan tulisan Anda.

5. Hati Hati Saat Mengirim E-mail

Sering ada laporan e-mail yang dikirimkan antar negara menghilang begitu saja sebelum sampai pada penerimanya. Untuk itu dalam perjalanan jauh, pastikan kiriman e-mail tersampaikan dengan jalan menghubungi penerima via ponsel atau instant messaging.

6. Selesaikan Transaksi Online yang Mendesak

Bagi yang senang membayar tagihan secara online, pastikan semua tagihan mendesak telah terbayar sebelum jalan-jalan. Hal ini karena di berbagai
tempat, bisa jadi sulit bagi Anda melakukan transaksi online.

Kamis, 15 Mei 2008

Pengumuman

o ya teman-temanku di seluruh jagad raya
jangan lupa kalian buka FSku ya di
ixl41rose@yahoo.co.id
thanx

Daftar Negara Pembajak terparah

Dari 108 negara yang disurvei International Data Corp (IDC), tercatat ada 67 negara yang tingkat pembajakannya turun dengan kisaran 1-7 persen. Penurunan paling tajam diraih Rusia, sementara 11 negara lainnya tingkat pembajakannya naik. Sisanya tercatat tidak mengalami perubahan (prosentasenya tetap).

Rata-rata tingkat pembajakan secara global meningkat menjadi 38% pada 2007, sementara pada 2006 hanya 35%. Demikian halnya dengan nilai kerugian yang secara global meningkat dari US$ 40 miliar pada 2006 menjadi US$ 48 miliar pada 2007.

Armenia didaulat sebagai negara dengan tingkat pembajakan terbesar dengan prosentase 93%, menyusul Armenia, Bangladesh dan Azerbaijan dengan prosentase 92%. Di lain sisi, negara adidaya Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai negara yang tingkat pembajakannya paling rendah dengan prosentase 20%.

Berikut daftar lengkap 5 negara pembajak terbesar:
1. Armenia (93%)
2. Bangladesh (92%)
3. Azerbaizan (92%)
4. Moldova (92%)
5. Zimbabwe (91%)

Daftar lengkap 5 negara pembajak terendah:
1. Amerika Serikat (20%)
2. Luxemburg (21%)
3. New Zeland (22%)
4. Jepang (23%)
5. Austria (25%)

Indonesia boleh sedikit lega. Bagaimana tidak? Indonesia tak lagi masuk dalam 10 negara dengan tingkat pembajakan tertinggi di dunia.
Posisi Indonesia untuk pembajakan software secara global menurun. Menurut data International Data Corp (IDC), tingkat pembajakan software Indonesia turun meski hanya 1%. Pada tahun 2006 tingkat pembajakan mencapai 85%, sedangkan tahun 2007 turun menjadi 84%.
Penurunan ini berdampak pula pada posisi Indonesia dalam peringkat negara dengan pembajakan software terbesar secara global, dari posisi 8 pada tahun 2006 menjadi di posisi 12 pada 2007 lalu.
Namun sayangnya, tingkat kerugian yang dialami oleh Indonesia akibat pembajakan justru meningkat. Data IDC menunjukkan, kerugian yang dialami Indonesia karena pembajakan pada 2006 mencapai US$ 350 juta, sedangkan pada 2007 kerugian mencapai US$ 411 juta.

Untung ja Indonesia tidak masuk daftar buruk itu walaupun di Indonesia sekarang pembajakan sangat banyak terjadi.
Namun, bukan berarti dengan daftar seperti itu kita menjadi bangga dan bersantai saja.
Pembajakkan tetap harus kita lawan hindari dan basmi. Kita tahu sendiri bahwa pembajakkan telah merusak kreatifitas intelektual seseorang. Dengan demikian pembajakkan sangat tidak bisa kita toleransi.
Kita harus selalu tekankan bahwa perjuangan melawan pembajakkan belum akan berakhir

No piracy, no crime. Ok fren!
Bagaimana menurut anda?

Rabu, 14 Mei 2008

Aneh : keajaiban huruf dan angka

nih keajaiban huruf dan angka….menarik untuk disimak!!

Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:
- A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M
1 - 2- 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10- 11- 12 - 13

- N - O - P - Q - R — S - T- U - V - W - X - Y - Z
14 - 15- 16- 17- 18 - 19 - 20- 21- 22- 23 - 24 - 25- 26

nah sekarang mari berhitung, dalam Bahasa Inggris menurut kepercayaan orang inggris Kalau kita bekerja dengan modal angka yang ada di atas, maka hasilnya adalah…

- H - A - R - D - W - O - R - K ( kerjakeras )
8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only

- K - N - O - W - L - E - D - G - E ( pengetahuan )
11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only

- L - O - B - B - Y - I - N - G ( pendekatan )
12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only

- L - U - C - K ( keberuntungan )
12 21 3 11 = 47% Only

Ternyata … semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa
mengalahkan yang satu ini:

- A - T - T - I - T - U - D - E ( sikap/tingkah laku )
1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%

tetap rumus ini berlaku hanya di luar negeri
klo di Indonesia, itung-itungannya menjadi begini:

- G - I - G - I - H (HARDWORK)
7 9 7 9 8 = 40% Saja

- I - L - M - U (Knowledge)
9 12 13 21 = 55% Saja

- L - O - B - I (Lobbying)
12 15 2 9 = 38% Saja

- M - U - J - U - R (Luck)
13 21 10 21 18 = 83% Saja

- S - I - K - A - P (Attitude)
19 9 11 1 16 = 46% Saja

- K - O - R - U - P - S - I
11 15 18 21 16 19 9 = 109 %

Ternyata yg ditekuni orang-orang INDONESIA yaitu
“KORUPSI” mempunyai kadar mencapai keberhasilan 109%.
Lebih baik dr “ATTITUDE”- nya ORANG BARAT yg hanya 100%.

he3x….gimana menarik kan

sumber:
http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=37985

10 Bencana teraneh sepanjang masa

1.Invasi Ular di St. Pierre
Aktifitas volkanis di ‘bald mountain’ tinggi diatas St Pierre, Martinique, biasanya tidak begitu penting sehingga banyak penduduk tidak menggubris adanya asap dari kawah dan beberapa gempa kecil selama April 1902. Pada awal Mei, bagaimanapun, hujan abu mulai turun terus menerus, dan bau sulfur yang menyengat mengisi udara sekitar. Rumah penduduk yang ada di lereng gunung tidak bisa lagi dihuni, lebih dari 100 ular fer-de-lances (-ini nih jenis ular yang besar dan berbisa yang ada di Amerika-) mulai melata menyerbu seperempat penduduk mulat(-mulat tuh campuran negro ma caucasian-) di St Pierre. Ular sepanjang 6 kaki ini membunuh 50 orang dan tak terhitung jumlah binatang lainnya.
Namun pembasmian baru saja dimulai, Pada 5 mei longsoran dari lumpur yang mendidih tumpah ke laut, diikuti tsunami yang membunuh ratusan orang, 3 hari kemudian, 8 mei, Mt Pelee akhirnya meledak, mengirimkan lava putih dan bebatuan yang mematikan ke kota. Dalam waktu 3 menit St Pierre hancur total. Dari 30.000 populasi, hanya 2 yang selamat.

2. Kepanikan Gereja Baptis The Shiloh
2000 orang, kebanyakan kulit hitam, berkumpul di Shiloh Baptist Church Birmingham, Alabama, pada 19 September, 1902, demi mendengar ceramah Booker T. Washington. Tembok gerejanya baru. Tangga curam, menempel pada dinding. Setelah ceramah selesai, ada sedikit perselisihan yang memperebutkan kursi kosong, keluarlah kata-kata ‘fight’ dari salah satu anggota paduan suara, rupanya kerumunan salah interpretasi menjadi ‘fire’ sehingga semua orang berlarian keluar menuju pintu. Pintu yang tidak lebar tentu saja tidak mampu menampung ribuan massa yang berdesakan, apalagi tangga pintunya cukup curam, insiden tarik menarik dan saling menginjak berakhir dengan tewasnya 115 orang, dengan posisi bertumpuk di depan pintu gereja sampai setinggi 10 kaki.

3. Banjir Tetes Tebu di The Great Boston
15 januari 1919, pekerja dan penduduk Boston’s North End, kebanyakan orang Irlandia dan Italia, sedang diluar menikmati matahari siang di hari yang hangat. Tiba-tiba, dengan peringatan yang singkat, tangki besi cor yang besar milik perusahaan penyulingan murni pecah dan gelombang besar tetes-tebu mentah berwarna hitam, setinggi dua lantai, menenggelamkan jalanan dan mengalir perlahan menuju area tepi laut. Bukan saja pejalan kaki tapi juga kereta kuda tidak bisa lari dari gelombang ini.2 juta galon tetes-tebu yang sedianya akan dijadikan minuman menenggelamkan sejumlah orang -21 pria, wanita dan anak-anak tewas tenggelam. Kuda-kuda itu sebenarnya hanya terjebak di lengketnya cairan tebu tersebut, polisi terpaksa menembaknya. Boston berbau tetes-tebu selama seminggu, dan pelabuhan menjadi coklat sampai musim panas.

4. Ledakan Tabung Gas Pittsburg

Tabung gas silinder besar- yang terbesar di dunia saat itu- berada di jantung pusat industri Pittsburgh, Pennsylvania, mengalami kebocoran. Di pagi hari 14 november 1927, tukang reparasi pergi untuk memperbaikinya- dengan lampu tiup yang terbuka. Sekitar pukul 10 mereka menemukan kebocorannya. Tangki yang berisi 5 juta kubik gas alam, naik ke udara seperti balon dan meledak. Potongan metal, dengan berat 100 lbs, berserakan ke jarak yang cukup jauh, dan efek kombinasi dari tekanan udara dan api menyisakan kehancuran ber mil kuadrat. 28 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

5. The Gillingham Fire Demonstration

Tiap tahun pemadam kebakaran Gillingham, di Kent, England, akan membangun ‘rumah’ sementara dari kayu dan kain untuk demonstrasi populer memadamkan kebakaran pada pesta acara tahunan Gillingham Park. Setiap tahun, juga, beberapa pria lokal dipilih dari banyak kandidat . Pada 11 juli 1929, 9 bocah laki-laki-umur 10 sampai 14- dan 6 pemadam kebakaran berpakaian seakan-akan sedang pesta perkimpoian, memanjat lantai ke tiga dari ‘rumah’ itu dengan tali dan tangga. Rencananya adalah menyalakan api di lantai pertama, menyelamatkan ‘pesta perkimpoian’ dengan tali dan tangga dan kemudian meledakkan rumah kosong untuk mendemokan penggunaan fire hoses. Karena kesalahan, api menyala duluan, Penonton mengira tubuh yang mereka lihat adalah gurauan dan bertepuk tangan meriah, sementara pemadam kebakaran diluar menyemprotkan air karena mengetahui bencana sesungguhnya. ke 15 orang meninggal di dalam rumah.

6. Robohnya The Empire State Building
Pada sabtu pagi 28 juli 1945, veteran Army pilot mengudara dengan B-25 light bomber dari Bedford, Massachusetts, menuju Newark, New Jersey, co-pilot dan marinir muda juga di dalam. Kabut membuat jarak pandang lemah. Kira-kira sejam kemudian, orang-orang di jalan tengah kota Manhattan menyadari raungan pesawat yang memiawik semakin tajam dan menyaksikan dengan ngeri bomber tiba-tiba muncul dari kabut asap, melesat diantara gedung bertingkat dan kemudian terjun menubruk sisi Empire State Building. Serpihan pesawat dan bangunan runtuh berbarengan. Lubang besar menganga di lantai 78, satu dari mesin pesawat menabrak 7 dinding dan keluar dari sisi lain bangunan dan mesin lain terjerembab di cerobong lift. Saat tank bahan bakar meledak, 6 lantai ditelan api, dan gasoline yang terbakar mengalir di sisi lain bangunan. Untungnya, sedikit kantor yang buka pada hari sabtu, dan hanya 11 orang-plus 3 pengendara pesawat meninggal.

7. Peristiwa Tunguska

Pada 30 juni,1908 ledakan besar terjadi di dekat Podkamennaya (Under Rock) Sungai Tunguska yang sekarang dikenal Krasnoyarsk Krai of Russia. Ledakan sepertinya disebabkan oleh meteor atau pecahan komet dengan panjang sekitar 20m(60 kaki). Meskipun meteor atau komet dianggap hancur sebelum sampai di bumi, peristiwa ini masih dianggap peristiwa tubrukan. Energi ledakan diperkirakan antara 10 dan 20 megaton TNT, 1,000 kali lebih dahsyat dari bom yang dijatuhkan di Hiroshima atau setara dengan Castle Bravo, bom nuklir terkuat yang diledakkan US. Ledakan Tunguska menumbangkan kira-kira 80 juta pohon di sekitar 2,150 kilimeter persegi. Kerusakannya saat ini masih bisa dilihat dari satelit di angkasa.

8. Ledakan Reaksi Berantai di Texas City
Pada 15 April ,1947, kapal pengangkut Perancis memasuki dok Texas City, dan mengambil 1,400 ton pupuk ammonium nitrate. Malam itu api muncul di bagian bawah dek kapal. Menjelang pagi kepulan asap hitam membuat port authorities karena perusahaan kimia Monsanto hanya berjarak 700 kaki. Seorang pria berdiri di dok, menyaksikan, tugboat dipersiapkan untuk menyeret kapal pengangkut ke tengah laut. Kobaran api menyebar ke luar dari rongsokan kapal, dan dalam hitungan menit Monsanto meledak, membunuh dan menghancurkan ratusan pekerja dan saksi yang melihat ledakan permulaan. Kebanyakan distrik perdagangan hancur, dan api mengamuk sepanjang tepian laut, dimana sejumlah besar tang gas butane dalam keadaan terancam meledak. Tidak lama setelah tengah malam, kapal pengangkut kedua- juga membawa nitrat- meledak, dan seluruh kejadian terulang kembali. Lebih dari 500 orang meninggal dan 1000 lainnya luka-luka.

9. Peracunan Massal di Basra
Bulan September 1971 pengiriman 90,000 metrik ton biji gandum tiba di pelabuhan Irak Basra. Jewawut Amerika dan gandum meksiko- yang telah diproses secara kimia dengan methyl-mercury untuk mencegah pembusukan- disemprot pink untuk mengindikasi bahwa sangat beracun dan tulisan peringatan tercetak jelas di bungkusnya- Cuma dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Sebelum didistribusikan ke petani, ternyata sudah dicuri dari dok dan dijual sebagai makanan ke penduduk yang kelaparan. Pemerintah Irak, malu atas kealpaan ini, singkat cerita dan tidak sampai dua tahun wartawan Amerika melaporkan bukti 6,530 rumah sakit menangani kasus keracunan merkuri. Pejabat pemerintah mengakui 459 meninggal, namun jumlah sebenarnya diperkirakan sekitar 6,000 dengan 100.000 lainnya menderita efek permanen seperti kebutaan, tuli dan kerusakan otak.

10. Amukan Gajah Hutan Chandka
Pada musim semi 1972, Area Hutan Chandka di India – yang sudah dilanda kekeringan- diserang gelombang bahang juga. Gajah lokal, yang biasanya tidak menjadi masalah, menjadi gelisah karena suhu yang tinggi dan kurangnya air. Pada musim panas situasi semakin buruk. Puncaknya pada 10 juli, Segerombolan gajah-gajah mengamuk dan menyerang 5 desa, meninggalkan kerusakan besar-besaran.